Aku Berhasil Menghemat Puluhan Pembalut

Hai, malam ini aku lagi mood buat cerita perjalananku mencari kenyamanan. Sebenarnya petualanganku menghindari pembalut sekali pakai dimulai sejak awal tahun ini, berawal dari menstruasi yang sangat banyak setelah melahirkan, sudah pasti bikin nggak nyaman di area sensitif.

Akhirnya aku putuskan untuk konsul ke obsgyn, aku pikir efek KB IUD yang aku pakai, ternyata memang hanya karena hormon saja. Dokter obsgyn saat itu membolehkan aku pakai menstrual cup untuk mengurangi rasa nggak nyaman karena darah haid yang berlebih.

Long story short, bulan januari kemarin aku beranikan diri untuk pakai menstrual cup dari Lunette yang aku beli karena termakan review Rachel Vennya. Jangan tanya bagaimana takutnya buat coba, tapi berbekal knowledge yang aku temui dari video youtubenya Mbak Wulan Russell, akhirnya tanggal 3 januari adalah hari pertama aku berhasil pakai menstrual cup dan menemukan kedamaian didalamnya.

Setelah merasa bahagia karena permasalahan sensitif ini sudah teratasi dengan baik, di lain kesempatan aku dapat teguran dari beberapa teman kajianku, mereka sedikit protes perihal aku pakai menstrual cup, katanya ada ulama yang melarang menggunakan menstrual cup karena hukumnya masih belum jelas. Lalu datang lagi protes dari beberapa teman yang bilang katanya menstrual cup nggak baik untuk kesehatan rahim dikemudian hari. Balik lagi deh, aku galau.

Setelah ngobrol sama suami tentang hal ini, akhirnya kami menyimpulkan menstrual cup ini syubhat karena masih belum jelas kehalalan atau keharamannya, jadi lebih baik dihindari.

Eh iya, aku pakai menstrual cup di hari-hari pertama-kedua-ketiga aja, untuk di hari-hari berikutnya aku pakai menstrual pad dari Cluebebe. Tapi semenjak stop pakai menstrual cup, setiap kali haid jadinya rutin pakai menstrual pad aja. Dan baru-baru ini aku beli menstrual pad dari Baby Oz. Di lain kesempatan (tapi nggak janji) aku mau coba compare manfaat menstrual cup dari Lunette, menstrual pad dari Cluebebe dan menstrual pad dari Baby Oz menurut pengalaman pribadiku.

So, sekarang aku mau mengucapkan selamat pada diriku sendiri atas dua keberhasilan. Pertama, berhasil memecahkan permasalahan sensitifitas. Kedua, aku berhasil menghemat puluhan pieces pembalut sekali pakai selama 5 bulan ini, its mean aku juga berhasil mengurangi limbah pembalut yang entah dilarikan kemana setelah aku buang di tempat sampah.

Anw, aku punya info menarik tentang pembalut sekali pakai. Mungkin bahan-bahan dibawah ini yang menyebabkan kulitku sensitif, panas dan gatal. Huhu.

Dan gambar dibawah ini bikin aku geleng-geleng kepala.

Jadi, kamu sudah pakai yang mana? Ayo sayangi bumi dan dirimu sendiri.

This image has an empty alt attribute; its file name is sign5.png