Learn About a Minimalism

Hola! Mungkin beberapa dari kalian bingung kenapa tiba-tiba aku jadi suka sekali bahas minimalism or minimalist lifestyle di instagram. Sebelum kujawab kenapa, mari kita kenalan dulu dengan apa itu minimalist lifestyle.

What is a minimalist lifestyle?

Beberapa waktu kemarin aku sempat telisik apa arti gaya hidup minimalis, akhirnya kutarik sebuah kesimpulan bahwa hidup minimalis adalah hidup dengan hal-hal yang kita butuhkan saja, bebas dari keinginan dan kebiasaan menumpuk barang yang nggak atau kurang beresensi untuk hidup kita.

Why I started it?

Karena aku mau belajar untuk menjadi orang yang lebih sederhana, mau belajar menikmati apa yang aku punya dan nggak memaksakan kehendak nafsu beli ini-itu padahal aku nggak butuh-butuh amat. Saat ini, itulah goals pribadiku. Mungkin suatu hari nanti harapan goalsku akan bertambah banyak, semoga.

Jujur selama ini aku masih jauh dari konsep hidup minimalis, masih sangat suka menumpuk barang, masih sering obsesif-impulsif kalau lihat barang diskonan yang ujung-ujungnya hanya jadi sampah, masih seringkali memaksakan kehendak untuk punya ini dan itu, padahal aku tau teori bahwa semua yang aku miliki akan dihisab, tapi masih saja lupa atau sengaja dilupain. Dasar aku. Jangan ditiru.

Sudah sejak lama aku mau mulai gaya hidup minimalis, tapi baru belakangan ini aku benar-benar bertekad untuk memulainya. Dimulai dari jenuhnya lihat isi lemari yang penuh tapi yang dipakai ya itu-itu aja. Pernah nggak sih ngerasa nggak punya baju padahal dilemari udah numpuk banget? Iya, itulah yang aku rasain kemarin, capek tau ngeluh terus.

Decluttering

Daripada ngeluh terus, akhirnya aku beraksi untuk melakukan decluttering. Decluttering adalah kegiatan menyingkirkan barang-barang yang nggak dibutuhkan dan hanya menyimpan barang-barang yang memang dibutuhkan.

Untuk permulaan, aku mulai dari decluttering isi kamar. Sebenarnya sudah sejak lama aku mau melakukan hal bermanfaat ini, memilah-milih pakaian untuk dipreloved, disumbangin, atau dialih fungsikan, tapi rasanya berat banget mengikhlaskan semuanya, banyak banget alesan kenapa masih harus simpan baju-baju itu, padahalmah dipake juga nggak.

Setelah menguras isi lemari, aku juga bersihkan meja rias dari skin care product yang sudah nggak aku pakai lagi. Esok harinya aku bebenah area dapur dan aku menemukan fakta baru, ternyata aku punya puluhan piring kaca, belasan gelas kaca dan aku koleksi berbagai macam bentuk spatula. Meski banyak peralatan makanku, tetap aja yang aku pakai hanya dua piring kesayangan. Mubazir bukan? Ada yang lebih mengejutkan lagi, ternyata aku punya microwave dan oven yang aku diamkan bertahun-tahun. Bagaimana bisa aku lupa? Itulah aku. Sekali lagi, jangan ditiru.

Kalian tahu apa yang aku bayangkan saat beberes rumah? Aku menertawakan diri sendiri, malu sama diri sendiri, aku bersyukur aku tahu semua ini sebelum aku meninggal dunia, bagaimana kalau nanti hisabku panjang dan lama sekali hanya karena barang-barang yang menumpuk dirumah. Naudzubillaah.

After decluttering

Butuh tiga hari untuk aku fokus melakukan decluttering. Lemariku yang mulanya sesak saat ini sudah longgar, bahkan terlihat plong sekali. Sekarang aku hanya punya 40 baju, sudah termasuk rok dan outer, 10 hijab dan 4 tas, sisanya perintilan seperti kaus kaki dan baju dalam masih lengkap tersimpan. Dapurku yang mulanya berantakan karena penuh dengan perlengkapan dapur yang kubeli tapi nggak aku pakai, sekarang dapurku jadi lebih rapi dan tersusun, barang-barang temuan aku hibahkan untuk orang yang lebih membutuhkan. Gudang yang mulanya berantakan, gelap dan suram, sekarang jadi terang karena banyak barang yang sudah aku eliminasi.

Dan temuan yang paling penting adalah ternyata selama ini aku menyimpan begitu banyak sampah yang mengendap didalam rumah. Itulah kenapa minimalist lifestyle erat sekali hubungannya dengan less waste atau zero waste. Karena membuat aku sadar ‘kalau dari dulu hidupku minimalis, pasti sampah rumah tanggaku nggak sebanyak ini’, ‘kalau satu rumah tangga saja sampahnya sebanyak ini, berapa jumlah sampah dari seluruh rumah tangga di komplek ini? Di Bandung? Bahkan di Indonesia atau di dunia?’, thats why banyak zero waster yang menerapkan gaya hidup minimalis. Simpelnya, minimalism = less waste. Aku benar-benar bermuhasabah akan hal ini.

Satu hal lagi yang aku rasain setelah aku melakukan decluttering, aku jadi merasa lebih bahagia karena merasa bebanku lebih ringan. Mungkin ada hubungannya juga ya antara decluttering dengan mental health? Mungkin. Hehe.