Penerbit Mayor dan Indie, Apa Bedanya?

Hula guys! Again, aku akan bahas tentang kepenulisan, kali ini aku tertarik untuk ajak teman-teman berkenalan dengan dua jenis penerbit secara singkat. Yes, penerbit mayor dan penerbit indie. Tujuanku untuk mengedukasi teman-teman yang saat ini sedang kebingungan karena punya naskah nganggur tapi nggak tau mau diapakan lagi.

Lagi-lagi, postingan ini based on true story ya alias pengalaman aku dalam dunia menulis. Fyi, buku pertamaku, aku terbitkan melalui penerbit indie. Lalu buku kedua aku terbitkan melalui penerbit mayor. Jadi aku ngerasain banget beda, kekurangan dan kelebihan dari kedua penerbit tersebut. So, langsung aja.

Proses penulisan naskah

MayorIndie
Naskah yang diterbitkan sudah melalui proses seleksi selama kurang lebih 3-6 bulan. Ada kemungkinan naskahmu ditolak kalau nggak sesuai kriteria penerbit. Jika dinyatakan layak terbit, biasanya editor akan menjadi partner kamu selama melakukan revisi yang diajukan oleh penerbit, tentunya dengan deadline. Oleh karena itu bisa dikatakan penerbit memiliki andil besar terhadap hasil karyamu.Kamu memiliki kendali penuh terhadap naskahmu. Bebas penolakan naskah. Penerbit hanya mengecek secara teknis saja (apakah mengandung unsur SARA atau pornografi). Biasanya untuk layout dan book cover juga kamu yang desain sendiri. Tapi saat ini sudah banyak penerbit indie yang menawarkan paket jasa layout sampai pengajuan ISBN loh.

Sistem percetakan

MayorIndie
Penerbit akan mencetak bukumu dalam jumlah besar, biasanya sekitar 2000 sampai 4000 eksemplar, tergantung MoU yang kamu dan penerbit sepakati bersama. Kalau bukumu laku dan jadi best seller, nggak menutup kemungkinan bukumu akan dicetak ulang.Jumlah buku yang dicetak penerbit sesuai dengan pemesanan. Cetak satu eksemplarpun bisa loh, apalagi 1000 eksemplar.

Proses distribusi buku

Mayor Indie
Buku yang diterbitkan secara mayor otomatis akan didistribusikan ke seluruh toko buku di pelosok negeri. Bukan hanya itu, bukumu juga bisa dibeli secara online dan dijadikan ebook lalu dijual di Google Play Book.Karena dicetak dalam jumah terbatas, penerbit indie hanya menjual bukumu lewat jalur online aja. Tapi tenang, biasanya setiap penerbit indie punya sistem jaringan online yang luas loh, jadi jangan khawatir bukumu nggak laku ya. Beberapa penerbit indie juga sudah menyediakan fasilitas ebook, jadi bukumu bisa dibeli di Google Play Book juga deh.

Promosi

MayorIndie
Promosi dilakukan oleh penerbit, mulai dari book launching sampai book signing. Bahkan kalau bukumu best seller, bisa-bisa kamu diajak untuk tour keliling kota untuk bedah buku. Tapi biasanya penulis juga ikut melakukan promosi di media sosial pribadinya.Promosi merupakan tanggung jawab penulis sendiri, bisa melalui media sosial atau mengadakan bedah buku sendiri. Pihak penerbit hanya membantu promosi melalui media sosial yang sudah terhubung oleh banyak readers.

Baca juga : Intip 13 Tips Mudah Menulis Buku Untuk Pemula

Pembagian royalti

MayorIndie
Ada dua sistem pembagian hasil, yaitu sistem putus dan sistem royalti. Untuk sistem putus, penerbit seakan-akan membeli naskahmu dimuka, untuk selanjutnya penulis nggak akan menerima royalti lagi. Untuk sistem royalti, biasanya penulis akan menerima 10% dari harga jual buku. Tergantung MoU antara penulis dengan penerbit, dan tergantung ketenaran penulis juga sih.Penulis bisa menentukan harga jual bukunya sendiri dan menentukan berapa besar royalti yang mau penulis terima.

Biaya

MayorIndie
Semua biaya proses percetakan, promosi sampai distribusi buku ditanggung oleh penerbit. Penulis tinggal duduk manis menerima royalti.Semua biaya percetakan, promosi, jasa layout dan cover (jika dibebankan ke penerbit) ditanggung penuh oleh penulis.

Contoh

MayorIndie
Gramedia Pustaka Utama
Penerbit Bentang Pustaka
Elex Media Komputindo
Penerbit Mizan
Bukune
Wahyu Qolbu
– Nulis Buku
Leutika Prio
Halaman Moeka
– Buku Indie
– Pustaka Pedia
Indiva Media Kreasi

Sementara itu dulu ya sharingku kali ini, untuk kelemahan dan kelebihan sepertinya sudah bisa dipahami sendiri ya, tinggal teman-teman tentukan akan menggunakan penerbit mayor atau indie. Tetaplah menulis ya teman-teman, karena penulis akan mati, tetapi karyanya tidak. Good luck, I hope your book will be published soon. Aamiin!